MAKALAH
MIKROBIOLOGI
HIV
(HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS)

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK
1. DEVO
ARWANDO
2. DIKI
KURNIAWAN
3. DIMAS
ANDIKA BAKTI
4. DWI
PUTRA PURNAWAN
5. ENGGI
AFRILIANS
6. EVAN
ANDRI PRATAMA
7. HENDRIK
SETIAWAN
8. KUS
TRI PANJI WICAKSONO
9. NANDO
DWI APRIANDO
10. SURYA
HALIM IRAWAN
PRODI D III
KEPERAWATAN
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
2018
KATA
PENGANTAR
Puji
dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat
sertaa hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah
penulis yang bertema MIKROBIOLOGI : HIV (HUMAN
IMMUNODEFICIENCY VIRUS)
Shalawat dan salam tidak
lupa penulis kirimkan kepada rasulullah Nabi Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari alam kegelapan menuju zaman terang benderang ini.
Makalah ini di maksudkan
sebagai tuntutan belajar bagi mahasiswa di institusi pendidikan kesehatan
khususnya program studi D-III Keperawatan Semoga dengan adanya makalah ini bisa
memberi sedikit pengetahuan
bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri, makalah ini terselesaikan oleh
karena bantuan banyak pihak.
Tentunya
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan serta masih jauh dari kata
kesempurnaan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang mendukung
dari para pembaca untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Akhir
kata penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Pringsewu. 08 Maret 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
BAB
I
PENDAHULUAN
Tubuh manusia tidak mungkin
terhindar dari lingkungan yang mengandung mikroba pathogen disekelilingnya.
Mikroba tersebut dapat menimbulkan penyakit infeksi pada manusia. Mikroba
patogen yang ada bersifat poligenik dan kompleks. Oleh karena itu respon imun
tubuh manusia terhadap berbagai macam mikroba patogen juga berbeda. Umumnya
gambaran biologic spesifik mikroba menentukan mekanisme imun mana yang berperan
untuk proteksi. Begitu juga respon imun terhadap bakteri khususnya bakteri
ekstraseluler atau bakteri intraseluler mempunyai karakteriskik tertentu pula.
Seperti yang diketahui , AIDS adalah suatu penyakit yang
belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegah serangan virus HIV,
sehingga penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya bagi
kehidupan manusia baik sekarang maupun waktu yang datang. Selain itu AIDS juga
dapat menimbulkan penderitaan, baik dari segi fisik maupun dari segi mental.
Mungkin kita sering mendapat informasi melalui media cetak, elektronik, ataupun
seminar-seminar, tentang betapa menderitanya seseorang yang mengidap penyakit
AIDS. Dari segi fisik, penderitaan itu mungkin, tidak terlihat secara langsung
karena gejalanya baru dapat kita lihat setelah beberapa bulan. Tapi dari segi mental,
orang yang mengetahui dirinya mengidap penyakit AIDS akan merasakan penderitaan
batin yang berkepanjangan. Semua itu menunjukkan bahwa masalah AIDS adalah
suatu masalah besar dari kehidupan kita semua. Dengan pertimbangan-pertimbangan
dan alasan itulah kami sebagai pelajar, sebagai bagian dari anggota masyarakat
dan sebagai generasi penerus bangsa, merasa perlu memperhatikan hal tersebut.
Adapun rumusan masalah dari makalah ini
adalah:
1. Apakah
HIV/AIDS itu?
2. Bagaimana
penyebaran dan tanda-tanda terserang HIV/AIDS tersebut?
3. Bagaimana
cara pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS tersebut?
BAB
II
PEMBAHASAN
Virus HIV dikenal secara terpisah oleh para
peneliti di Institut Pasteur Perancis pada tahun 1983 dan NIH yaitu sebuah
institut kesehatan nasional di Amerika Serikat pada tahun 1984. Meskipun tim
dari Institute Pasteur Perancis yang dipimpin oleh Dr. Luc Montagnie, yang
pertama kali mengumumkan penemuan ini di awal tahun 1983 namun penghargaan
untuk penemuan virus ini tetap diberikan kepada para peneliti baik yang berasal
dari Perancis maupun Amerika. Peneliti Perancis memberi nama virus ini LAV atau
lymphadenopathy associated virus. Tim dari Amerika yang dipimpin Dr. Robert
Gallo menyebut virus ini HTLV-3 atau human T-cell lymphotropic virus type-3.
Kemudian Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan untuk menetapkan
nama human immunodeficiency virus (HIV) sebagai nama yang dikenal sampai
sekarang makapara peneliti tersebut juga sepakat untuk menggunakan istilah HIV.
Sesuai dengan namanya, virus ini “memakan” imunitas tubuh.
Penyakit AIDS telah menjadi
masalah internasional karena dalam waktu singkat terjadi peningkatan jumlah
penderita dan melanda semakin banyak negara. Dikatakan pula bahwa epidemic yang
terjadi tidak saja mengenal penyakit (AIDS), virus (HIV) tetapi juga
reaksi/dampak negative berbagai bidang seperti kesehatan, social, ekonomi,
politik, kebudayaan dan demografi. Hal ini merupakan tantangan yang harus
diharapi baik oleh negara maju maupun negara berkembang.
1. Virus HIV
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang dapat menyebabkan
AIDS. HIV termasuk keluarga virus retro yaitu virus yang memasukan materi
genetiknya ke dalam sel tuan rumah ketika melakukan cara infeksi dengan cara
yang berbeda (retro), yaitu dari RNA menjadi DNA, yang kemudian menyatu dalam
DNA sel tuan rumah, membentuk pro virus dan kemudian melakukan replikasi.
Virus HIV ini dapat
menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4
sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak
dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4
dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian
merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat
diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika
diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah
kita dapat meninggal dunia akibat terkena pilek biasa.
2. Penyakit AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan dampak atau efek
dari perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV
membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat
berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem
kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang
banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus
HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang
lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Saat ini
tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus
HIV penyebab penyakit AIDS.
a. Bahaya AIDS
Orang yang telah mengidap
virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun
tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang
berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah
virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan
mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan
mengucilkan atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat
tingginya biaya pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya sistim
kekebalan tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun
akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.
Secara etiologi, HIV, yang
dahulu disebut virus limfotrofik sel-T manusia tipe III (HTLV-III) atau virus
limfadenopati (LAV), adalah suatu retrovirus manusia sitopatik dari famili
lentivirus. Retrovirus mengubah asam ribonukleatnya (RNA) menjadi asam
deoksiribonukleat (DNA) setelah masuk ke dalam sel pejamu. HIV-1 dan HIV-2
adalah lentivirus sitopatik, dengan HIV-1 menjadi penyebab utama AIDS di
seluruh dunia.
Geajala penyakit
HIV/AIDS tidak selalu muncul ketika
terinfeksi AIDS, beberapa orang menderita sakit mirip flu dalam waktu beberapa
hari hingga beberapa minggu setelah terpapar virus. Mereka mengeluh deman sakit
kepala, kelelahan dan kelenjar getah bening membesar di leher. Gejala HIV AIDS
bias jadi salah satu/lebih dari ini semua biasanya hilang dalam beberapa minggu . Perkembangan penyakit
sangat bervariasi setiap orangnya. Kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa
bulan sampai lebih dari 10 tahun. Selama periode ini ,virus terus berkembang
secara aktif menginfeksi dan memebunuh
sel-sel kekebalan tubuh . Sistem kekebalan memungkinkan kita untuk melawan bakteri,
virus, dan peyebab infeksi lainnya.
Virus HIV menghancurkan sel-sel yang berfungsi sebagai “pejuang” infeksi
primer, yang disebut sebagai CD4 + atau sel T4. Setelah system kekebalan
melemah gejala HIV/AIDS akan muncul.
Gejala AIDS adalah tahap yang paling maju dalam infeksi HIV. Definisi AIDS
termasuk semua orang yang terinfeksi HIV yang memeiliki kurang 200 CD4 + sel
per mikroliter darah. Adapun tanda-tanda klinis penderita AIDS :
1.
Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1
bulan
2.
Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1
bulan
3.
Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
4.
Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan
neurologis
5.
Dimensia/HIV ensefalopati
Virus HIV terdapat dalam darah, sehingga
dapat disimpulkan bahwa semua yang berupa cara tubuh yang bersal dari tubuh
penderita HIV dapat dipastikan infeksius dan sangat berpotensial untuk
menularkan virus ini pada orang lain, termasuk ketika seseorang penderita HIV
positif melakukan hubungan seksual dengan pasangannya. Dan bukan tidak mungkin
jika pasangan seksual itu juga terjangkit penyakit HIV/AIDS apalagi tidak
menggunakan kondom. Baik penderita pria maupun wanita sangat beresiko
menularkan virus HIV ini ketika pasangan melakukan hubungan badan, yakni melalu
cairan sperma(laki-laki) dan melalu darah menstruasi pada vagina(perempuan).
Selain itu HIV juga ditularkan melalui jarum suntik yang digunakan bersamaan
dengan penderita HIV dengan yang bukan
penderita(kemungkinan besar akan terinfeksi). Dan juga virus HIV bias
ditularkan oleh seorang ibu yang positif menderita HIV/AIDS ketika ia hamil dan
memberi ASI untuk anakanya.
1.
Hindarkan hubungan seksual diluar nikah.
Usahakan hanya berhubungan dengan satu orang pasangan seksual, tidak
berhubungan dengan orang lain.
2.
Pergunakan kondom bagi resiko tinggi apabila
melakukan hubungan seksual.
3.
Ibu yang darahnya telah diperiksa dan
ternyata mengandung virus, hendaknya jangan hamil. Karena akan memindahkan
virus AIDS pada janinnya.
4.
Kelompok resiko tinggi di anjurkan untuk
menjadi donor darah.
5.
Penggunaan jarum suntik dan alat lainnya (
akupuntur, tato, tindik ) harus dijamin sterilisasinya.
Adapun usaha-usaha yang
dapat dilakukan pemerintah dalam usaha untuk mencegah penularan AIDS yaitu,
misalnya : memberikan penyuluhan-penyuluhan atau informasi kepada seluruh
masyarakat tentang segala sesuatau yang berkaitan dengan AIDS, yaitu melalui
seminar-seminar.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulannya adalah bahwa
kita harus waspada terhadap virus HIV/AIDS. Makalah di atas juga menjelaskan
pengertian, sejarah, cara penularan , gejala-gejal dan pencegahannya. Adapun
kesimpulan yang dapat penulis simpulkan mengenai makalah ini adalah:
1.
HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah virus
yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan tubuh
manusia. AIDS (Acguired Immuno–Deviensi Syndromer) adalah kumpulan gejala
menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.
2.
Tanda dan Gejala Penyakit AIDS seseorang yang
terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala
yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung
daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut.
3.
Hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada
obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus
HIV penyebab penyakit AIDS yang ada hanyalah pencegahannya saja.
Menurut saya sebaiknya anda
sebagai pembaca janganlah sampai terkena virus HIV yang menyebabkan penyakit
AIDS, karena penyakit ini sungguh berbahaya. Sebaiknya jangan melakukan
hubungan seks jika anda belum menikah dan jika mau melakukannya sebaiknya ada
memakai pelindung seperti kondom. Jangan juga sering-sering berganti pasangan
karena itu meningkat resiko terkena HIV/AIDS.
DAFTAR
PUSTAKA
Widoyono.
2005. Penyakit Tropis: Epidomologi,
penularan, pencegahan, dan pemberantasannya.. Jakarta: Erlangga Medical
Series
Muhajir.
2007. Pendidkan Jasmani Olahraga dan
Kesehatan. Bandung: Erlangga
Staf
Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1993. Mikrobiolog Kedokteran. Jakarta Barat: Binarupa Aksara
Djuanda,
adhi. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin. Jakarta: Balai Penerbit FKUI
Mandal,dkk.
2008. Penyakit Infeksi. Jakarta:
Erlangga Medical Series
Tidak ada komentar:
Posting Komentar