Jumat, 04 Mei 2018

PATOFISIOLOGI KONSEP INFEKSI

MAKALAH
PATOFISIOLOGI
KONSEP INFEKSI

Dosen Pengampu : Ns. Rita Sari, S.Kep., M.Kes.

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 7
1.      M.BILLY NUGRAHA
2.      NABILA WULAN SUCI
3.      NUR HANDAYANI LUBIS
4.      PUTRI AIDA NURUL ISLAMI
5.      RESTI VILLA ANDANI  ANISTA



PRODI  D III  KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
2018

KATA PENGANTAR


Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat sertaa hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah penulis yang bertema PATOFISIOLOGI : KONSEP INFEKSI
Shalawat dan salam tidak lupa penulis kirimkan kepada rasulullah Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju zaman terang benderang ini.
Makalah ini di maksudkan sebagai tuntutan belajar bagi mahasiswa di institusi pendidikan kesehatan khususnya program studi D-III Keperawatan Semoga dengan adanya makalah ini bisa memberi sedikit pengetahuan bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri, makalah ini terselesaikan oleh karena bantuan banyak pihak.
Tentunya penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan serta masih jauh dari kata kesempurnaan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang mendukung dari para pembaca untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Akhir kata penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Pringsewu. 27 Maret 2018


Penulis








DAFTAR ISI











BAB I

PENDAHULUAN

Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. Secara umum, pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit, dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial.
Infeksi nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh. Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self infection atau auto infection, sementara infeksi eksogen (cross infection) disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu pasien ke pasien lainnya.

1.      Apa Pengertian Infeksi.?
2.      Bagaimana Proses Infeksi.?
3.      Bagaimana Mekanisme Terjadinya Infeksi.?
4.      Apa Saja Macam-Macam Infeksi.?





BAB II

PEMBAHASAN

Infeksi adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala selama seseorang itu dirawat atau setelah selesai dirawat disebut infeksi nosokomial. Secara umum, pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit, dan infeksi yang baru menunjukkan gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi nosokomial.

Infeksi merupakan invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan sakit.Infeksi juga disebut asimptomatik apabila mikroorganisme gagal dan menyebabkan cedera yang serius terhadap sel atau jaringan.Penyakit akan timbul jika patogen berbiak dan menyebabakan perubahan pada jaringan normal. (Potter & perry .Fundamental Keperawatan.edisi 4.hal : 933 – 942:2005)

Infeksi merupakan infeksi dan pembiakan mikroorganisme pada jaringan tubuh,terutama yang menyebabkan cedera sellular lokal akibat kompetisi metabolisme,toksin,replikasi intra selular,atau respon antigen-antibodi. (Kamus Saku Kedokteran Dorland,edisi 25.hal :555:1998)

Infeksi terjadi secara progresif,berat ringannya penyakit klien tergantung pada tingkat infeksi,patogenesitas mikroorganisme dan kerentanan pejamu.Didalam proses infeksi memiliki tahapan tertentu yaitu :
1.      Periode Inkubasi
Interfal antara masuknya patogen dalam tubuh dan munculnya gejala utama.
2.      Tahap Prodomal
Interpal dari awitan tanda gejala non spesifik(malaise,demam ringan,keletihan)sampai gejala yang spesifik selama masa ini,mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak dan klien mampu menularkan ke orang lain.

3.      Tahap Sakit
Interpal saat klien memanifestasikan tanda dan gejala yang lebih spesifik terhadap jenis infeksi.

4.      Tahap Pemulihan
Interpal saat munculnya gejala akut infeksi ,lama penyembuhannyatergantung pada beratnya infeksi dan keadaan umum kesehatan klien.

Infeksi adalah masuknya kuman penyakit kedalam tubuh hingga menimbulkan gejala–gejala penyakit dan juga merupakan keadaan jaringan tubuh yang terpapar mikroorganisme baik oleh bakteri,virus,jamur maupun parasit. Sama seperti radang, infeksi dapat terjadi baik di permukaan luar tubuh maupun di permukaan rongga dalam tubuh.
Pada setiap luka pada jaringan akan timbul reaksi inflamasi atau reaksi vaskuler. Mula-mula terjadi dilatasi lokal dari arteriole dan kapiler sehingga plasma akan merembes keluar. Selanjutnya cairan edema akan terkumpul di daerah sekitar luka, kemudian fibrin akan membentuk semacam jala, struktur ini akan menutupi saluran limfe sehingga penyebaran mikroorganisme dapat dibatasi.
Pada proses inflamasi juga terjadi inflamasi juga terjadi phagositosis, mula-mula phagosit membungkus mikroorganisme, kemudian dimulailah digesti dalam sel. Hal ini akan mengakibatkan perubahan pH menjadi asam. Selanjutnya akann keluar protease selluler yang akan menyebabkan lysis leukosit. Setelah itu makrofak mononuklear besar akan tiba dilokasi infeksi untuk membungkus sisa-sisa leukosit. Dan akhirnya terjadi pencairan (resolusi) hasil proses inflamasi lokal.

1.      Infeksi pada saluran kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah  infeksi  bakteri yang mengenai bagian dari saluran kemih. Ketika mengenai saluran kemih bawah dinamai sistitis (infeksi kandung kemih) sederhana, dan ketika mengenai saluran kemih atas dinamai pielonefritis (infeksi ginjal). Gejala dari saluran kemih bawah meliputi buang air kecil terasa sakit dan sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kecil (atau keduanya), sementara gejala pielonefritis meliputi demam dan nyeri panggul di samping gejala ISK bawah. Pada orang lanjut usia dan anak kecil, gejalanya bisa jadi samar atau tidak spesifik. Kuman tersering penyebab kedua tipe tersebut adalahEscherichia coli, tetapi bakteri lain, virus, maupun jamur dapat menjadi penyebab meskipun jarang.
Infeksi saluran kemih lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki, dengan separuh perempuan mengalami setidaknya satu kali infeksi selama hidupnya.

2.      Infeksi pada saluran pernafasan
Infeksi saluran pernapasan adalah infeksi yang mengenai bagian manapun saluran pernapasan, mulai dari hidung, telinga tengah, faring (tenggorokan)), kotak suara (laring), bronchi, bronkhioli dan paru. Jenis penyakit yang termasuk dalam infeksi saluran pernapasan bagian atas antara lain :
ü  Batuk pilek
ü  Sakit telinga (otitis media)
ü  Radang tenggorokan (faringitis)
Sedangkan jenis penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan bagian bawah antara lain :
ü  Bronchitis
ü  Bronkhiolitis
ü  Pneumonia

3.      Infeksi pada lambung
Pada umumnya radang lambung dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
ü  Adanya stres dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang
ü  Adanya asam lambung dan pepsin yang berlebihan
ü  Mukosa (selaput lendir) lambung tak tahan terhadap asam lambung dan pepsin yang berlebihan karena menurunnya kemampuan fungsi mukosa lambung tersebut.
ü  Waktu makan yang tak teratur, sering terlambat makan, atau sering makan berlebihan
ü  Terlalu banyak makanan yang pedas, asam, minuman beralkohol, obat-obatan tertentu dengan dosis tinggi

4.      Infeksi ginjal
Infeksi ginjal biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kencing dan mulai berkembang biak. Bakteri yang berasal dari infeksi di bagian tubuh lain juga bisa menyebar ke aliran darah dan masuk ke ginjal.Kondisi seperti ini dapat terjadi jika bagian tubuh buatan mengalami infeksi. Bagian tubuh buatan, misalnya katup jantung buatan atau sendi buatan, yang digunakan untuk menggantikan bagian tubuh asli yang rusak.Infeksi ginjal juga dapat muncul setelah operasi ginjal.

5.      Infeksi usus
Infeksi usus adalah suatu penyakit yang menyerang usus yang di sebabkan oleh bakteri cryptosporidium. Penyakit infeksi usus ini dapat menyerang baik usus kecil maupun usus besar, yang dapat menimbulkan efek seperti diare, mual, ataupun kram pada perut,nfeksi usus ini juga dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera di atasi atau di tangani

BAB III

PENUTUP

infeksi adalah masuk dan berkembangnya agen infeksi ke dalam tubuh seseorang atau hewan. Pada infeksi yang “manifes”, orang yang terinfeksi tampak sakit secara lahiriah. Pada infeksi yang “non-manifes”, tidak ada gejala atau tanda lahiriah. Jadi, infeksi jangan dirancukan dengan penyakit.

Istilah “infeksi” juga hanya mengacu pada organisme patogen, tidak pada semua jenis organisme. Sebagai contoh, pertumbuhan normal flora bakteri yang biasa hadir di dalam saluran usus tidak dianggap sebagai infeksi. Hal yang sama berlaku untuk bakteri yang biasanya menghuni mulut. Agen Infeksi yang kemungkinan terjadinya infeksi tergantung pada karakteristik mikroorganisme, resistensi terhadap zat-zat antibiotika, tingkat virulensi, dan banyaknya materi infeksius. Respon dan toleransi tubuh pasien dipengaruhi oleh Umur, status imunitas penderita, penyakit yang diderita, obesitas dan malnutrisi, orang yang menggunakan obat-obatan immunosupresan dan steroid, intervensi yang dilakukan pada tubuh untuk melakukan diagnosa dan terapi.

Macam penyakit yang disebabkan oleh infeksi nosokomial, misalnya Infeksi saluran kemih. Infeksi ini merupakan kejadian tersering, dihubungkan dengan penggunaan kateter urin. Nosokomial pneumonia, terutama karena pemakaian ventilator, tindakan trakeostomy, intubasi, pemasangan NGT, dan terapi inhalasi. Nosokomial bakteremi yang memiliki resiko kematian yang sangat ting

Setelah mempelajari tentang infeksi ini kiranya kita dapat memanfaatkan semaksimal mungkin materi ini sehingga kita dapat mengerti dan memahami tentang infeksi.

DAFTAR PUSTAKA


Soeparman, dkk. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Balai Penerbit FKUI, Jakarta; 2001
Schaffer, et al (2000) Pencegahan Infeksi & Praktik yang Aman, Jakarta: EGC.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KEWARGANEGARAAN KETAHANAN NASIONAL

MAKALAH KEWARGANEGARAAN KETAHANAN NASIONAL DI SUSUN OLEH : KELOMPOK 5 ...