MAKALAH
PATOFISIOLOGI
KONSEP INFEKSI
Dosen Pengampu : Ns. Rita Sari,
S.Kep., M.Kes.
DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 7
1. M.BILLY
NUGRAHA
2. NABILA
WULAN SUCI
3. NUR
HANDAYANI LUBIS
4. PUTRI
AIDA NURUL ISLAMI
5. RESTI
VILLA ANDANI ANISTA
PRODI D III
KEPERAWATAN
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
2018
KATA
PENGANTAR
Puji
dan Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat
sertaa hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah
penulis yang bertema PATOFISIOLOGI : KONSEP INFEKSI
Shalawat dan salam tidak
lupa penulis kirimkan kepada rasulullah Nabi Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari alam kegelapan menuju zaman terang benderang ini.
Makalah ini di maksudkan
sebagai tuntutan belajar bagi mahasiswa di institusi pendidikan kesehatan
khususnya program studi D-III Keperawatan Semoga dengan adanya makalah ini bisa
memberi sedikit pengetahuan
bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri, makalah ini terselesaikan oleh
karena bantuan banyak pihak.
Tentunya
penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan serta masih jauh dari kata
kesempurnaan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang mendukung
dari para pembaca untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Akhir
kata penulis mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Pringsewu. 27 Maret 2018
Penulis
DAFTAR
ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Infeksi
adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai
suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama
seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala
selama seseorang itu dirawat atau setelah selesai dirawat disebut infeksi
nosokomial. Secara umum, pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda
infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah
terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit, dan infeksi yang baru menunjukkan
gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi
nosokomial.
Infeksi
nosokomial ini dapat berasal dari dalam tubuh penderita maupun luar tubuh.
Infeksi endogen disebabkan oleh mikroorganisme yang semula memang sudah ada
didalam tubuh dan berpindah ke tempat baru yang kita sebut dengan self
infection atau auto infection, sementara infeksi eksogen (cross infection)
disebabkan oleh mikroorganisme yang berasal dari rumah sakit dan dari satu
pasien ke pasien lainnya.
1. Apa
Pengertian Infeksi.?
2. Bagaimana
Proses Infeksi.?
3. Bagaimana
Mekanisme Terjadinya Infeksi.?
4. Apa
Saja Macam-Macam Infeksi.?
BAB II
PEMBAHASAN
Infeksi
adalah adanya suatu organisme pada jaringan atau cairan tubuh yang disertai
suatu gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Infeksi yang muncul selama
seseorang tersebut dirawat di rumah sakit dan mulai menunjukkan suatu gejala
selama seseorang itu dirawat atau setelah selesai dirawat disebut infeksi
nosokomial. Secara umum, pasien yang masuk rumah sakit dan menunjukkan tanda
infeksi yang kurang dari 72 jam menunjukkan bahwa masa inkubasi penyakit telah
terjadi sebelum pasien masuk rumah sakit, dan infeksi yang baru menunjukkan
gejala setelah 72 jam pasien berada dirumah sakit baru disebut infeksi
nosokomial.
Infeksi
merupakan invasi tubuh oleh patogen atau mikroorganisme yang mampu menyebabkan
sakit.Infeksi juga disebut asimptomatik apabila mikroorganisme gagal dan
menyebabkan cedera yang serius terhadap sel atau jaringan.Penyakit akan timbul
jika patogen berbiak dan menyebabakan perubahan pada jaringan normal. (Potter
& perry .Fundamental Keperawatan.edisi 4.hal : 933 – 942:2005)
Infeksi
merupakan infeksi dan pembiakan mikroorganisme pada jaringan tubuh,terutama
yang menyebabkan cedera sellular lokal akibat kompetisi
metabolisme,toksin,replikasi intra selular,atau respon antigen-antibodi.
(Kamus
Saku Kedokteran Dorland,edisi 25.hal :555:1998)
Infeksi terjadi secara progresif,berat
ringannya penyakit klien tergantung pada tingkat infeksi,patogenesitas
mikroorganisme dan kerentanan pejamu.Didalam proses infeksi memiliki tahapan
tertentu yaitu :
1. Periode
Inkubasi
Interfal antara
masuknya patogen dalam tubuh dan munculnya gejala utama.
2. Tahap
Prodomal
Interpal dari awitan
tanda gejala non spesifik(malaise,demam ringan,keletihan)sampai gejala yang
spesifik selama masa ini,mikroorganisme tumbuh dan berkembang biak dan klien
mampu menularkan ke orang lain.
3. Tahap
Sakit
Interpal saat klien
memanifestasikan tanda dan gejala yang lebih spesifik terhadap jenis infeksi.
4. Tahap
Pemulihan
Interpal saat munculnya
gejala akut infeksi ,lama penyembuhannyatergantung pada beratnya infeksi dan
keadaan umum kesehatan klien.
Infeksi
adalah masuknya kuman penyakit kedalam tubuh hingga menimbulkan gejala–gejala
penyakit dan juga merupakan keadaan jaringan tubuh yang terpapar mikroorganisme
baik oleh bakteri,virus,jamur maupun parasit. Sama seperti radang, infeksi
dapat terjadi baik di permukaan luar tubuh maupun di permukaan rongga dalam
tubuh.
Pada
setiap luka pada jaringan akan timbul reaksi inflamasi atau reaksi vaskuler.
Mula-mula terjadi dilatasi lokal dari arteriole dan kapiler sehingga plasma
akan merembes keluar. Selanjutnya cairan edema akan terkumpul di daerah sekitar
luka, kemudian fibrin akan membentuk semacam jala, struktur ini akan menutupi
saluran limfe sehingga penyebaran mikroorganisme dapat dibatasi.
Pada
proses inflamasi juga terjadi inflamasi juga terjadi phagositosis, mula-mula
phagosit membungkus mikroorganisme, kemudian dimulailah digesti dalam sel. Hal
ini akan mengakibatkan perubahan pH menjadi asam. Selanjutnya akann keluar
protease selluler yang akan menyebabkan lysis leukosit. Setelah itu makrofak
mononuklear besar akan tiba dilokasi infeksi untuk membungkus sisa-sisa
leukosit. Dan akhirnya terjadi pencairan (resolusi) hasil proses inflamasi
lokal.
1.
Infeksi
pada saluran kemih
Infeksi
saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang mengenai bagian dari saluran
kemih. Ketika mengenai saluran kemih bawah dinamai sistitis (infeksi kandung
kemih) sederhana, dan ketika mengenai saluran kemih atas dinamai pielonefritis
(infeksi ginjal). Gejala dari saluran kemih bawah meliputi buang air kecil
terasa sakit dan sering buang air kecil atau desakan untuk buang air kecil
(atau keduanya), sementara gejala pielonefritis meliputi demam dan nyeri
panggul di samping gejala ISK bawah. Pada orang lanjut usia dan anak kecil,
gejalanya bisa jadi samar atau tidak spesifik. Kuman tersering penyebab kedua
tipe tersebut adalahEscherichia coli, tetapi bakteri lain, virus, maupun jamur
dapat menjadi penyebab meskipun jarang.
Infeksi
saluran kemih lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki,
dengan separuh perempuan mengalami setidaknya satu kali infeksi selama
hidupnya.
2.
Infeksi
pada saluran pernafasan
Infeksi
saluran pernapasan adalah infeksi yang mengenai bagian manapun saluran
pernapasan, mulai dari hidung, telinga tengah, faring (tenggorokan)), kotak
suara (laring), bronchi, bronkhioli dan paru. Jenis penyakit yang termasuk
dalam infeksi saluran pernapasan bagian atas antara lain :
ü Batuk
pilek
ü Sakit
telinga (otitis media)
ü Radang
tenggorokan (faringitis)
Sedangkan
jenis penyakit yang termasuk infeksi saluran pernapasan bagian bawah antara
lain :
ü Bronchitis
ü Bronkhiolitis
ü Pneumonia
3.
Infeksi
pada lambung
Pada
umumnya radang lambung dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
ü Adanya
stres dan tekanan emosional yang berlebihan pada seseorang
ü Adanya
asam lambung dan pepsin yang berlebihan
ü Mukosa
(selaput lendir) lambung tak tahan terhadap asam lambung dan pepsin yang
berlebihan karena menurunnya kemampuan fungsi mukosa lambung tersebut.
ü Waktu
makan yang tak teratur, sering terlambat makan, atau sering makan berlebihan
ü Terlalu
banyak makanan yang pedas, asam, minuman beralkohol, obat-obatan tertentu
dengan dosis tinggi
4.
Infeksi
ginjal
Infeksi
ginjal biasanya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kencing dan mulai berkembang
biak. Bakteri yang berasal dari infeksi di bagian tubuh lain juga bisa menyebar
ke aliran darah dan masuk ke ginjal.Kondisi seperti ini dapat terjadi jika
bagian tubuh buatan mengalami infeksi. Bagian tubuh buatan, misalnya katup
jantung buatan atau sendi buatan, yang digunakan untuk menggantikan bagian
tubuh asli yang rusak.Infeksi ginjal juga dapat muncul setelah operasi ginjal.
5.
Infeksi
usus
Infeksi
usus adalah suatu penyakit yang menyerang usus yang di sebabkan oleh bakteri
cryptosporidium. Penyakit infeksi usus ini dapat menyerang baik usus kecil
maupun usus besar, yang dapat menimbulkan efek seperti diare, mual, ataupun
kram pada perut,nfeksi usus ini juga dapat menyebabkan kematian apabila tidak
segera di atasi atau di tangani
BAB III
PENUTUP
infeksi adalah masuk
dan berkembangnya agen infeksi ke dalam tubuh seseorang atau hewan. Pada
infeksi yang “manifes”, orang yang terinfeksi tampak sakit secara lahiriah.
Pada infeksi yang “non-manifes”, tidak ada gejala atau tanda lahiriah. Jadi,
infeksi jangan dirancukan dengan penyakit.
Istilah “infeksi” juga
hanya mengacu pada organisme patogen, tidak pada semua jenis organisme. Sebagai
contoh, pertumbuhan normal flora bakteri yang biasa hadir di dalam saluran usus
tidak dianggap sebagai infeksi. Hal yang sama berlaku untuk bakteri yang
biasanya menghuni mulut. Agen Infeksi yang kemungkinan terjadinya infeksi
tergantung pada karakteristik mikroorganisme, resistensi terhadap zat-zat
antibiotika, tingkat virulensi, dan banyaknya materi infeksius. Respon dan
toleransi tubuh pasien dipengaruhi oleh Umur, status imunitas penderita,
penyakit yang diderita, obesitas dan malnutrisi, orang yang menggunakan
obat-obatan immunosupresan dan steroid, intervensi yang dilakukan pada tubuh
untuk melakukan diagnosa dan terapi.
Macam penyakit yang
disebabkan oleh infeksi nosokomial, misalnya Infeksi saluran kemih. Infeksi ini
merupakan kejadian tersering, dihubungkan dengan penggunaan kateter urin.
Nosokomial pneumonia, terutama karena pemakaian ventilator, tindakan
trakeostomy, intubasi, pemasangan NGT, dan terapi inhalasi. Nosokomial
bakteremi yang memiliki resiko kematian yang sangat ting
Setelah mempelajari tentang infeksi
ini kiranya kita dapat memanfaatkan semaksimal mungkin materi ini sehingga kita
dapat mengerti dan memahami tentang infeksi.
DAFTAR PUSTAKA
Soeparman,
dkk. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II.
Balai Penerbit FKUI, Jakarta; 2001
Schaffer,
et al (2000) Pencegahan Infeksi &
Praktik yang Aman, Jakarta: EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar