MAKALAH
KECERDASAN SPIRITUAL
TEORI FAYE GLENN ABDELLAH

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 10
1.
DIKI KURNIAWAN
2.
DIMAS ANDIKA BHAKTI
3.
DIMBO PAMILIH MEGA UTOMO
4.
EVAN ANDRI PRATAMA
5.
KUS TRI PANJI WICAKSONO
6.
SURYA HALIM IRAWAN
PRODI D III-KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH
PRINGSEWU LAMPUNG
2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan anugrahnya, maka penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul ”
Makalah Kecerdasan Spiritual Teori Faye Gleen Abdellah” dengan baik. Makalah ini di buat
bertujuan agar dapat memahami dan mengembangkan materi yang disajikan, Penulis
sadar makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi materi maupun
penyusunannya, maka Penulis secara terbuka menerima kritik dan saran yang
bersifat membangun agar makalah selanjutnya menjadi lebih baik.
Dengan terselesaikanya makalah ini,
Penulis berharap semoga bermanfaat bagi pembaca dan rekan-rekan sekalian. Tidak
lupa pula Penulis ucapkan terima kasih juga kepada semua pihak yang membantu
menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi para
pembacanya. Terimakasih.
Pringsewu, 20 November 2017
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Faye Glenn Abdellah (lahir 1919) mengabdikan hidupnya untuk
keperawatan, sebagai peneliti, pendidik, dan membantu mengubah fokus profesi
dari penyakit berpusat pendekatan-pendekatan yang berpusat pada pasien. Dia
menjabat sebagai perawat kesehatan masyarakat selama 40 tahun, membantu untuk
mendidik orang Amerika tentang kebutuhan lansia dan bahaya yang ditimbulkan
oleh AIDS, kecanduan, merokok, dan kekerasan. Sebagai seorang profesor keperawatan,
ia mengembangkan metode mengajar berdasarkan penelitian ilmiah. Abdellah terus
bekerja sebagai pemimpin dalam profesi keperawatan ke dalam delapan puluhan
nya.
Faye
Glenn Abdellah (lahir 13 Maret 1919) adalah pelopor perawat penelitian yang
telah diakui dengan 77 dan akademis kehormatan profesional. Dia adalah petugas
perawat pertama yang menerima pangkat bintang belakang laksamana-dua 150-nya
lebih dari publikasi, termasuk karya-karya mani nya, Better Perawatan Perawatan
Melalui Penelitian dan Pasien-Centered Pendekatan untuk Keperawatan, mengubah
fokus teori keperawatan dari penyakit-berpusat ke pendekatan yang
berpusat-pasien dan pindah praktek keperawatan di luar pasien untuk memasukkan
mengurus keluarga dan orang tua Care nya Pasien Penilaian Evaluasi metode untuk
mengevaluasi perawatan kesehatan sekarang standar bagi bangsa ini.
Berdasarkan
latar belakang diatas terdapat bebarapa rumusan masalah mengenai apa itu teori
Faye Glenn Abdellah dan bagaimana ruang lingkupnya?
BAB II
PEMBAHASAN
Faye Glenn Abdellah lahir pada tanggal 13 Maret 1919, di New
York City. Pada tahun 1942, Abdellah memperoleh ijazah keperawatan dan Magna
Cum Laude dari Fitkin Memorial Hospital School of Nursing New Jersey (sekarang
Ann Mei School of Nursing). Ia menerima
gelar B.S. pada tahun 1945, gelar M.A pada 1947 dan Ed.D., dari Techers
College, di Columbia University pada tahun 1955.Dengan pendidikan lanjutannya,
Abdellah bisa memilih untuk menjadi dokter. Namun, seperti ia menjelaskan dalam
dirinya dalam wawancara Perawat, "Aku tidak pernah ingin menjadi MD karena
aku bias melakukan semua yang ingin saya lakukan di keperawatan, yang merupakan
profesi yang peduli."(Tomey&Alligood, 2006).
Dr. Abdellah melayani selama 40 tahun di U.S. Public Health
Service (USPHS).Pada tahun 1981 ia menjabat deputi ahli bedah umum. Abdellah
juga menjabat sebagai Kepala keperawatan U.S. Public Health Service (USPHS) dan
Department of Health and Human Services, Washington, DC.. Tahun 1993, beliau
menjabat Dekan di Newly Formed Graduate School of Nursing, Uniformed Services
University of Health Sciences.Abdellah menerbitkan lebih dari 140 publikasi
ilmiah terkait keperawatan, pendidikan untuk praktisi lanjutan keperawatan,
administrasi kesehatan, dan riset keperawatan. Beberapa diantaranya
diterjemahkan dalam enam bahasa (George, 2008)
Beliau mendapat 6 gelar Doktor kehormatan dari berbagai
institusi. Beberapa diantaranya adalah Case Western Reserve, Rutgers,
University of Akron, Catholic University of America, Eastern University, and
Monmouth College. Gelar kehormatan ini didapatkan oleh beliau dari
pengabdiannya di riset keperawatan, pengembangan pelatihan pertama perawat
peneliti, ahli dalam kebijakan kesehatan, dan kontribusinya dalam pengembangan
kesehatan negara. (George, 2008).
Kiprah Abdellah dalam dunia Internasional meliputi anggota
delegasi USSR, Yugoslavia, Perancis, dan RRC; Koordinator Proyek Riset
Kedokteran dan Kesehatan Argentina; Konsultan Program pengembangan anak cacat
dan lansia di Portugis; Riset keperawatan dan Perawatan Jangka Panjang di Tel
Aviv University; Asosiasi Keperawatan
Jepang dalam Riset dan Pendidikan Keperawatan; Riset, Pendidikan Keperawatan,
dan Home care Nursing di Australia dan New Zealand; dan sebagai konsultan Riset
WHO (George, 2008).
Abdellah menyadari supaya ilmu keperawatan meraih status
professional penuh dengan otonomi, maka basis pengetahuan yang kuat menjadi
sangat penting. Keperawatan juga perlu beralih dari pengendalian pengobatan
(control of medicine) dan menuju filosofi perawatan yang lengkap yang berpusat
pada pasien. Abdellah dan rekan-rekannya menyusun konsep 21 masalah keperawatan
(nursing problems) untuk mendidik dan mengevaluasi para siswa. Tipologi 21
nursing problems, pertama muncul di dalam buku Patient-centered Approaches to
Nursing edisi tahun 1960 dan berdampak pada hasil yang luas (far reaching)
untuk profesi tersebut.
Tahun
1960, Abdellah berkeinginan untuk mempromosikan keperawatan komprehensif yang
berpusat pada klien. Abdellah menggambarkan keperawatan sebagai layanan pada
individu, keluarga dan masyarakat. Mengakui pengaruh Henderson, maka diperluas
menjadi 21 masalah keperawatan yang ia percaya akan berfungsi sebagai dasar
pengetahuan untuk pengembangan teori keperawatan. (Tomey and Alligood, 2006).
George (2008) menjelaskan, Dr. Abdellah mendefinisikan
keperawatan sebagai pelayanan kepada individu, keluarga, dan masyarakat.
Pelayanan ini sebagai pelayanan komprehensif, yang meliputi:
1. Menyadari masalah keperawatan pasien.
2. Menentukan tindakan yang tepat untuk
merawat pasien sesuai prinsip-prinsip keperawatan yang relevan.
3. Memberikan perawatan yang berkelanjutan
kepada individu dengan tingkat ketergantungan total.
4. Memberikan perawatan yang berlanjutan
untuk menghilangkan nyeri dan ketidaknyamanan dan memberikan rasa keamanan
kepada individu.
5. Mengatur rencana perawatan menyeluruh
untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien.
6. Membantu individu untuk menyadari
kebutuhan kesehatan dirinya dan mengarahkan dalam mencapai kesehatanfisik dan
psikis.
7. Mengarahkan petugas keperawatan dan
keluarga untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri sesuai
dengan keterbatasannya.
8. Membantu individu untuk menyesuaikan
diri dengan keterbatasan dan masalah psikisnya.
9. Bekerjasama dengan tim kesehatan
lainnya dalam merencanakan peningkata derjat kesehatan yang optimal pada
tingkat lokal, daerah, nasional dan internasional.
10. Melakukan evaluasi dan penelitian yang
berkelanjutan untuk meningkatkan keahlian dalam tindakan keperawatan dan untuk
mengembangkan tindakan keperawatan yang baru, untuk memenuhi semua kebutuhan
kesehatan masyarakat. Individu dengan tingkat ketergantungan total.”
Dihilangkan.
Adapun konsep Abdellah dikenal sebagai 21 tipologi masalah
keperawatan, yaitu:
1. Mempertahankan kebersihan dan
kenyamanan fisik yang baik.
2. Mempertahankan aktivitas, latihan
fisik, dan tidur yang optimal.
3. Mencegah terjadinya kecelakaan, cedera,
atau trauma lain dan mencegah meluasnya infeksi.
4. Mempertahankan mekanika tubuh yang baik
serta mencegah dan memperbaiki deformitas.
5. Memfasilitasi masukkan oksigen
keseluruh sel tubuh.
6. Mempertahankan nutrisi untuk seluruh
sel tubuh.
7. Mempertahankan eliminasi.
8. Mempertahankan keseimbangan cairan dan
elektrolit.
9. Mengenali respon-respon fisiologis
tubuh terhadap kondisi penyakit patologis, fisiologis, dan kompensasi.
10. Mempertahankan mekanisme dan fungsi
regulasi.
11. Mempertahankan fungsi sensorik.
12. Mengidentifikasi dan menerima ekspresi,
perasaan, dan reaksi positif dan negatif.
13. Mengidentifikasi dan menerima adanya
hubungan timbale balik antara emosi dan penyakit organic.
14. Mempertahankan komunikasi verbal dan
non verbal.
15. Memfasilitasi perkembangan hubungan
interpersonal yang produktif.
16. Memfasilitasi pencapaian tujuan
spiritual personal yang progresif.
17. Menghasilkandan atau mempertahankan
lingkungan yang terapeutik.
18. Memfasilitasi kesadaranakan diri
sendiri sebagai individu yang memiliki kebutuhan fisik, emosi, dan perkembangan
yang berbeda.
19. Menerima tujuan optimal yang dapat
dicapai sehubungan dengan keterbatasan fisik dan emosional.
20. Menggunakan sumber-sumber di komunitas
sebagai sumber bantuan dalam mengatasi masalah yang muncul akibat daripenyakit.
21. Memahami peran dari masalah sosial
sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi dalam munculnya suatu penyakit.
Adapun tiga teori keperawatan Abdellah dalam Tomey dan
Alligood (2006), yaitu:
1. Keperawatan
Keperawatan
adalah suatu pelayanan kepada individu, keluarga, dan masyarakat. Perawatan
didasarkan pada seni dan ilmu pengetahuan
yang menyiapkan perawat dengan sikap, kompetensi intelektual, dan
keterampilan teknis yang siap membantu orang sakit maupun sehat untuk memenuhi
kebutuhannya dengan penuh keinginan dan kemampuan.
2. Masalah Keperawatan
Abdellah
mendifinisikan masalah keperawatan dalam tiga konsep, yaitu kebutuhan pasien
secara fisik, sosiologis, dan emosional; jenis hubungan interpersonal antara perawat
dan pasien; unsur umum perawatan pasien.
3. Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah
keperawatan merupakan proses mengidentifikasi, menginterpretasikan,
menganalisa, dan memilih tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Salah
satu proses ini adalah menentukan diagnosa keperawatan.
Tomey and Alligood (2006) membahas asumsi utama teori
Abdellah sebagai berikut:
1. Keperawatan
Keperawatan
adalah profesi pelayanan untuk membantu individu atau memberikan informasi
untuk memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan atau memulihkan kemandirian atau
mengurangi kecacatan dengan menggunakan strategi keperawatan yang merupakan
suatu cara berdasarkan pola pemecahan masalah.
2. Individu
Individu
merupakan seseorang yang mempunyai kebutuhan dasar fisik, emosi, dan sosial.
Kemandirian dan kesadaran diri individu untuk memenuhi kebutuhannya merupakan
fokus dari teori Abdellah.
3. Kesehatan
Pada
pendekatan keperawatan berpusat pada pasien, kesehatan merupakan keadaan dimana
terpenuhinya semua kebutuhan dasar dan tidak adanya kecacatan.
4. Lingkungan
Lingkungan yang
dimaksud disini merupakan membuat atau menyediakan lingkungan terapeutik. Yang
termasuk lingkungan adalah rumah dan komunitas dimana pasien berasal.
Adapun penerapan
teori keperawatan Abdellah, yaitu:
1. Pelayanan Keperawatan
Teori 21 tipologi masalah keperawatan Abdellah membantu
perawat untuk melakukan proses keperawatan secara sistematik. Ini membantu
perawat dalam memahami alasan tindakan yang dilakukan. Perawat menggunakan
teori ini sebagai dasar melakukan pengkajian, membuat diagnosa keperawatan, dan
rencana keperawatan sebagai cara untuk mengatasi masalah pasien berdasar
keperawatan yang berpusat pada pasien (Tomey and Alligood, 2006).
Penerapan teori Abdellah dalam praktek keperawatan sangat
dikaitkan dengan pengaruh yang kuat dengan pendekatan berpusat pada pasien yang
berfokus pada pemecahan masalah pasien. Proses pemecahan masalah Abdellah
meliputi identifikasi masalah, memilih data yang relevan, merumuskan hipotesis
melalui pengumpulan data, dan merevisi hipotesis berdasarkan kesimpulan yang
diperoleh dari data paralel langkah-langkah dari proses keperawatan penilaian,
diagnosis, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi (Abdellah dan Levine, 1986;
George, 2008).
Pada akhirnya, teori Abdellah membantu perawat berlatih
mengatur administrasi proses keperawatan, strategi keperawatan dan menyediakan
basis ilmiah untuk membuat keputusan. Sebagai doktor yang aktif terlibat pada
keperawatan dan perawatan kesehatan internasional, Abdellah memberikan
kepercayaan untuk penggunaan model dan menganjurkan menerapkan pengetahuan baru
untuk meningkatkan pelayanan keperawatan.
2. Pendidikan Keperawatan
Teori dan konsep Abdellah dikembangkan di tahun 1950 dan
merupakan rekor klinis yang komprehensif untuk mahasiswa keperawatan, dengan
menyediakan struktur kurikulum pendidikan keperawatan. Pendekatan berpusat pada
pasien merupakan dasar yang digunakan pada saat itu untuk model keperawatan.
Teori Abdellah merupakan teori yang paling berpengaruh dibanding teori lainnya.
Teori ini digunakan untuk merubah pola pengajaran berbasis medik ke pendektan
berpusat apada pasien untuk pendidikan keperawatan (Tomey and alligood, 2006)
3. Riset Keperawatan
Teori 21 tipologi masalah keperawatan Abdellah merupakan
teori yang berbasis riset. Hal ini menjadi sangat memungkinkan untuk
dilanjutkan dengan riset lainnya. Abdellah sangat percaya bahwa gagasan
penelitian keperawatan akan menjadi faktor kunci dalam membantu perawatan
muncul sebagai profesi yang benar. Penelitian ekstensif dilakukan tentang
kebutuhan pasien dan masalahnya telah
menjadi landasan untuk pengembangan dari apa yang sekarang dikenal sebagai
diagnosis keperawatan.
Teori
Abdellah melahirkan penelitian keperawatan dalam mengembangkan model
keperawatan untuk merencaranakn pola staff keperawatan di klinik. Pola staff
ini yaitu unit perawatan intensif, unit perawatan intermediate, unit perawatan
jangka panjang, unit perawatan mandiri dan unit perawatan home care. Dengan
mengelompokkan pasien seuai kesamaan kebutuhan, selain dengan kesamaan diagnosa
keperawatannya, pelayanan keperawatan akan dapat memenuhi kebutuhan pasien
dengan baik (Tomey and Alligood, 2006)
BAB III
PENUTUP
Konsep teori Abdellah
dikenal sebagai 21 Tipologi masalah keperawatan.
Ada tiga konsep teori keperawatan
Abdellah dalam Tomey and Alligood (2006) yaitu Keperawatan adalah suatu
pelayanan kepada individu, keluarga, dan masyarakat. Abdellah mendifinisikan
masalah keperawatan dalam tiga konsep, yaitu kebutuhan pasien secara fisik,
sosiologis, dan emosional; jenis hubungan interpersonal antara perawat dan
pasien; unsur umum perawatan pasien. Pemecahan masalah keperawatan merupakan proses
mengidentifikasi, menginterpretasikan, menganalisa, dan memilih tindakan yang
tepat untuk menyelesaikan masalah.
Tomey and Alligood (2006) membahas
asumsi utama teori Abdellah sebagai berikut:
Keperawatan adalah profesi pelayanan
untuk membantu individu atau memberikan informasi untuk memenuhi kebutuhan
dasar, meningkatkan atau memulihkan kemandirian atau mengurangi kecacatan
dengan menggunakan strategi keperawatan yang merupakan suatu cara berdasarkan
pola pemecahan masalah.
ndividu merupakan seseorang yang
mempunyai kebutuhan dasar fisik, emosi, dan sosial. Kemandirian dan kesadaran
diri individu untuk memenuhi kebutuhannya merupakan fokus dari teori Abdellah.
Pada pendekatan keperawatan berpusat
pada pasien, kesehatan merupakan keadaan dimana terpenuhinya semua kebutuhan
dasar dan tidak adanya kecacatan.
Asumsi-Asumsi Utama dari teori
keperawatan Abdellah, Nursing (keperawatan) adalah profesi memberikan
pertolongan. Person, Abdellah menjelaskan sebagai orang-orang yang memiliki
kebutuhan -kebutuhan fisik, emosional, dan sosiologis. Kebutuhan ini dapat
berupa yang nampak jelas seperti sejumlah besar kebutuhan-kebutuhan fisik, atau
yang tersembunyi, seperti kebutuhan emosional dan sosial. Abdellah menjelaskan
sebagai orang-orang yang memiliki kebutuhan -kebutuhan fisik, emosional, dan
sosiologis. Kebutuhan ini dapat berupa yang nampak jelas seperti sejumlah besar
kebutuhan-kebutuhan fisik, atau yang tersembunyi, seperti kebutuhan emosional
dan sosial. Kesehatan, seperti didiskusikan Abdellah dalam Patient-centered
Approaches to Nursing, adalah suatu kondisi tidak tersangkut paut dengan
penyakit. Sehat idefinisikan secara implisit sebagai suatu kondisi ketika
seseorang tidak memiliki ketidaksinkonan kebutuhan-kebutuhan dan tidak ada
kelemahan-kelemahan aktual atau yang harus diantisipasi.
Perawat
disarankan untuk selalu mengikuti perkembangan ilmu keperawatan, mengingat ilmu
keerawatan merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti perkembangan
zaman dan perawat disatankan untuk bersikap professional dalam memberikan
perawatan kepada pasien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar